Akhlak Bermidia Sosial

Akhlak Bermidia Sosial

elaz
Selasa, 21 Februari 2023

 


Berbicara masalah sosial media itu tentu tidak terlepas dari berbicara akhlak, tentu damapak yang ditimbulkannya itu tergantung dari bagai mana akhlak kita dalam bersosial media, 

Dan sosial mendia itu menyangkut Ilmu pengetahuan dan teknologi, ilmu pengetahuan dan teknologi itu ibarat pisau bermata dua, kalau pisau itu digunakan untuk kebaikan misalnya menyembelih hewan, maka pisau itu akan menjadi baik, tapi kalau pisau itu di pakai oleh keburukan seperti merampok, melukai orang lain, maka ia akan menjadi buruk,

Islam menuntut kita membagi waktu kita dengan profosional, menggunakan media sosial itu boleh, tapi gunakanlah waktu secara proforsional, jangan sampai semua waktu kita habiskan hanya untuk handphone kita, dan salah satu penyakit sosmed yang sangat parah adalah ini, adalah waktu kita habis, suami pulang kerumah istri masih asik saja dengan tiktoknya, oh papa udah pulang, iya mah udah 3 jam. Dan ini kenyataan. Kita tidak apa apa bermedia sosial tapi, anak kita punya hak, suami/istri kita punya hak,

Ada satu kata yang digunakan Allah didalam Al-Qur’an yaitu “Gofla” yang artinya menjadi pelupa, tidak mengetahui apa yang terjadi disekitar, menjadi bingung, ketika ada seorang tamu yang datang kita tidak mengindahkannya dan tidak menjawab salamnya, kita sudah menjadi gofil, kita tidak tahu apa yang terjadi di sekitar kita, kenapa begitu karna kita sudah sangat disibukkan dengan smartphone kita, kita harus secara terus menerus mengecek pesan yang msuk di WA, mengecek komentar status kita di FB, Twitter, mengecek game kita apa sudah terupdate, atau sibuk mendownload beberapa lagu atau video clip terbaru dan lain sebagainya, agar candu itu terus beraksi, kita sudah menjadi sangat ketergantungan sehingga kita lupa apa sebenarnya yang harus kita lakukan didunia ini,

dan sesungguhnya alat itu adalah pembunuh zikir, gafla didalam Al-Qur’an juga disebut pembunuh zikir, apa yang kita lakukan terhadap alat2 tersebut apa yang akan terjadi ketika kita kecanduan pada hiburan itu, kita tak bisa melepaskannya, kita akan merasa bego ketika kita tidak melakukannya, bahkan kita bisa menghabiskan waktu berjam2 hanya untuk menamatkan sebuah game, membaca semua status di facebook, membaca semua cerita yang ada di whaff, menonton video di youtube episode demi episode, teman yang mempunyai banyak waktu dengan kita hanyalah sebuah handphone, stiap bebeerapa detik kita harus mengeceknya. Kalau ini terus dilakukan yakinlah bahwa hal ini akan menghancurkan kita, Jangan sampai hal hal seperti ini menggerogoti iman kita, samapai dalam peringatan Allah pun sudah tidak dapat membantu kita lagi,

dan ini sunnguh mengejutkan saya, kit menjadi kurang perhatian dan kurang fokus, coba kita perhatikan jaman dulu, orang2 orang duduk mendengar ceramah, khotbah, pidato politik dan mereka mengerti apa yang disampaikan, pada masa sekarang coba fikirkan berapa lama kita bisa berkonsentrasi? Kita coba memainkan game lalu merasa bosan kita ganti lagi yang lain, menonton video di youtube baru 1 menit bosan ganti lagi dengan filem yang lain, lalu videonya dipercepat tanpa kita nonton, singkatnya kita tidak dapat memperhatikannya, nah coba bayangkan bagaimana kalau ada ustaz yg ceramah atau kotbah,

Jadi yang perlu kita perhatikan dalam bermedia sosial itu adalah

Yang pertama

sebelum kita memberikan komen, atau memposting sebuah gambar, atau menshare sebuah artikel, maka camkan bahwa setiap yang kita tulis, gambar yang kita posting, video yang kita upload, akan dihisab oleh Allah SWT. Ingat jaman ini jaman fitnah, semakin banyak kita komen semakin banyak kita berstatus, maka semakin banyak kita akan ditanyai oleh Allah SWT, apa lagi kalau yang kita posting itu sampai menyakitkan hati orang lain, dan orang yang mempunyai followr paling banyak maka apa yang ia upload semua follower melihatnya, .....................

Yang ke 2 adalah niat. Mestinya ketika kita bermedia sosial kita niatkan untuk bersilaturrahim,

Misalnya kita buat grup tujuannya utnuk ukhuwah islamiyah misalnya, atau didalamnya membahas masalah masalah agama, jangan sampai grup kita hanya untuk hal hal yang tidak bermanfaat apalagi sampai membuat grup untuk saling menukar photo yang tidak senonoh subhanallah. Jangan samapai ibadah kita puasa kita sedekah kita hancur gara gara sosial media,