Berbicara masalah sosial media itu tentu tidak terlepas dari
berbicara akhlak, tentu damapak yang ditimbulkannya itu tergantung dari bagai
mana akhlak kita dalam bersosial media,
Dan sosial mendia itu menyangkut Ilmu pengetahuan dan teknologi,
ilmu pengetahuan dan teknologi itu ibarat pisau bermata dua, kalau pisau itu
digunakan untuk kebaikan misalnya menyembelih hewan, maka pisau itu akan
menjadi baik, tapi kalau pisau itu di pakai oleh keburukan seperti merampok,
melukai orang lain, maka ia akan menjadi buruk,
Islam menuntut kita membagi waktu kita dengan profosional,
menggunakan media sosial itu boleh, tapi gunakanlah waktu secara proforsional,
jangan sampai semua waktu kita habiskan hanya untuk handphone kita, dan salah
satu penyakit sosmed yang sangat parah adalah ini, adalah waktu kita habis,
suami pulang kerumah istri masih asik saja dengan tiktoknya, oh papa udah
pulang, iya mah udah 3 jam. Dan ini kenyataan. Kita tidak apa apa bermedia
sosial tapi, anak kita punya hak, suami/istri kita punya hak,
Ada
satu kata yang digunakan Allah didalam Al-Qur’an yaitu “Gofla” yang artinya
menjadi pelupa, tidak mengetahui apa yang terjadi disekitar, menjadi bingung,
ketika ada seorang tamu yang datang kita tidak mengindahkannya dan tidak
menjawab salamnya, kita sudah menjadi gofil, kita tidak tahu apa yang terjadi
di sekitar kita, kenapa begitu karna kita sudah sangat disibukkan dengan
smartphone kita, kita harus secara terus menerus mengecek pesan yang msuk di
WA, mengecek komentar status kita di FB, Twitter, mengecek game kita apa sudah
terupdate, atau sibuk mendownload beberapa lagu atau video clip terbaru dan
lain sebagainya, agar candu itu terus beraksi, kita sudah menjadi sangat
ketergantungan sehingga kita lupa apa sebenarnya yang harus kita lakukan
didunia ini,
dan
sesungguhnya alat itu adalah pembunuh zikir, gafla didalam Al-Qur’an juga
disebut pembunuh zikir, apa yang kita lakukan terhadap alat2 tersebut apa yang
akan terjadi ketika kita kecanduan pada hiburan itu, kita tak bisa
melepaskannya, kita akan merasa bego ketika kita tidak melakukannya, bahkan
kita bisa menghabiskan waktu berjam2 hanya untuk menamatkan sebuah game,
membaca semua status di facebook, membaca semua cerita yang ada di whaff,
menonton video di youtube episode demi episode, teman yang mempunyai banyak
waktu dengan kita hanyalah sebuah handphone, stiap bebeerapa detik kita harus
mengeceknya. Kalau ini
terus dilakukan yakinlah bahwa hal ini akan menghancurkan kita, Jangan sampai
hal hal seperti ini menggerogoti iman kita, samapai dalam peringatan Allah pun
sudah tidak dapat membantu kita lagi,
dan ini sunnguh mengejutkan saya, kit menjadi kurang perhatian dan
kurang fokus, coba kita perhatikan jaman dulu, orang2 orang duduk mendengar
ceramah, khotbah, pidato politik dan mereka mengerti apa yang disampaikan, pada
masa sekarang coba fikirkan berapa lama kita bisa berkonsentrasi? Kita coba
memainkan game lalu merasa bosan kita ganti lagi yang lain, menonton video di
youtube baru 1 menit bosan ganti lagi dengan filem yang lain, lalu videonya
dipercepat tanpa kita nonton, singkatnya kita tidak dapat memperhatikannya, nah
coba bayangkan bagaimana kalau ada ustaz yg ceramah atau kotbah,
Jadi yang perlu kita perhatikan dalam
bermedia sosial itu adalah
Yang pertama
sebelum kita memberikan komen, atau memposting sebuah gambar, atau
menshare sebuah artikel, maka camkan bahwa setiap yang kita tulis, gambar yang
kita posting, video yang kita upload, akan dihisab oleh Allah SWT. Ingat jaman
ini jaman fitnah, semakin banyak kita komen semakin banyak kita berstatus, maka
semakin banyak kita akan ditanyai oleh Allah SWT, apa lagi kalau yang kita
posting itu sampai menyakitkan hati orang lain, dan orang yang mempunyai
followr paling banyak maka apa yang ia upload semua follower melihatnya,
.....................
Yang ke 2 adalah niat. Mestinya ketika kita bermedia sosial kita niatkan
untuk bersilaturrahim,
Misalnya kita buat grup tujuannya utnuk ukhuwah islamiyah misalnya,
atau didalamnya membahas masalah masalah agama, jangan sampai grup kita hanya
untuk hal hal yang tidak bermanfaat apalagi sampai membuat grup untuk saling
menukar photo yang tidak senonoh subhanallah. Jangan samapai ibadah kita puasa
kita sedekah kita hancur gara gara sosial media,

